

Entah kehidupan yang mana yang engkau jalani, pujangga.
Keduanya sangat berbeda
Belum lulus menjadi manusia
Kau lebih terlihat seperti belenggu.
Kadang muak dengan apa yang ada di pikiran ini. Diam juga bukan berarti setuju. Lalu apa? Bagaimana? Mengapa? Kapan?. Aku tahu, walau hanya perkiraan tapi aku yakin hal yang satu itu. Entah datang dari mana keyakinan itu. Sudah berapa ratus kali rasanya ingin sekali mengulang semua dari awal. Menyesal, katanya. Kau yang bilang bahwa melihat detail itu indah, namun apa yang akan kau lihat jika didepanmu hanyalah titik hitam? Bentuknya?. Apa maksud semua ini?